Tampilkan postingan dengan label ini bukan motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ini bukan motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2015

Jepang! Japan! 日本!

setelah beberapa bulan akhirnya gua menulis postingan di blog ini lagi. dengan postingan yang cukup bikin gua ga sabar untuk nyeritain ke kalian semua. dengan wajah sumringah seperti Fred yang mendapatkan kostum naga yang dapat menyemburkan api, tapi tau kan Fred itu siapa? itu loh salah satu tokoh di film Big Hero 6. Hiro Hamada ganteng ya? iya ganteng banget. yeh malah bahas itu ----
lanjut ke topik utama di postingan ini---
seperti judul postingan ini. ya. gua akan menceritakan tentang Jepang. bukan. bukan tentang jepangnya, kalo tentang negaranya sih udah banyak yang nge post di website lainnya. tapi gua akan menceritakan GUA DI JEPANG. bukan. bukan mau pamer, tapi gua mau mengenang momen besar ini di blog gua. dan kalo kalian baca ini, siapa tau, siapa tau aja gitu, siapa yang akan tau, ya bisa jadi aja cerita gua bisa jadi motivasi buat kalian gitu, ya siapa tau. atau bisa juga jadi pijakan untuk kalian ga mau kalah sama gua, "Anjani aja bisa, masa gua engga?"---
ok next, sebelum masuk ke Rumusan Masalah di karya tulis kan pasti ada latar belakangnya dulu ya. ya sama halnya kaya sebelum gua berangkat ke Jepang, latar belakangnya panjaaaaang banget. tapi kalo gua ceritain di sini ya mungkin ga akan beres-beres nyampe ke kesimpulan kali hahaha, dan di latar belakang gua bisa ke Jepang itu banyak menyudutkan banyak orang terdekta, jadi kan ga enak kalo gua harus cerita di sini secara objektif banget--
ok next, jadi gua ceritain sedikit latar belakangnya ya. sebelumnya gua mau kasih tau kalau gua senang banget bisa dipilih (atau kepilih?) untuk mewakili sekolah pergi ke SMA Sakado di Jepang untuk presentasi penelitian. sebelum gua terpilih itu gua sudah cukup mengeluarkan usaha gua ini. ya setelah 2 tahun lebih gua nunggu, akhirnya tercapai juga. jadi, dari kelas 10 gua sudah dikenalkan budaya Jepang di sekolah gua, dimulai dari banyak orang Jepang datang ke sekolah gua entah itu mahasiswa, murid SMA, dosen, ataupun pemimpin program tertentu, terus gua juga belajar Bahasa Jepang di sekolah setidaknya 1 kali pertemuan dalam seminggu, gua ikut seleksi program "KIKIGAKI" di sekolah yang kerjasama dengan Jepang dan gua lulus seleksi sebagai anggota program tersebut, dan gua juga pernah dipilih untuk menemani murid SMA Sakado Jepang yang school trip ke Indonesia. dan dari itu semualah semua bermulai dan berjalan dengan baik-baik saja---
memasuki kelas 11 akhir, diumumkan bahwa ada program ESD dari Jepang mengundang Kornita untuk presentasi karya ilmiah di sana. dan dari sekolah pun mengadakan seleksi yaitu membuat rancangan penelitian menggunakan Bahasa Inggirs, setelah pikir panjang dan pertimbangan yang matang akhirmya gua mengikuti seleksi tersebut, tapi seleksi tersebut tidak berjalan lancar dan ada banyak masalah yang membuat gua dan teman-teman gua untuk tidak melanjutkan seleksi tersebut dan kami pun pada bulan November 2014 tidak ada yang berangkat karena sudah ada yang terpilih selain kami. disitu gua cukup putus asa, tapi gua berpikir "untuk apa gua masuk sekolah swasta ini kalau bukan karena itu", dan pada akhirnya ada isu dari Program "KIKIGAKI" bahwa kami harus membuat tulisan wawancara dan yang mendapat nilai tertinggi akan diberangkatkan ke Jepang untuk presentasi di sana. tanpa pikir panjang gua mengikuti seleksi tersebut, tapi gua gagal lagi. akhirnya satu-satunya jalan yaitu gua hanya menunggu kepastian program ke Jepang di bulan Februari dan akhirnya itu terjadi. Yey! gua dipastikan berangkat ke Jepang untuk presentasi karya ilmiah di SMA Sakado Jepang. akhirnya sudah diputuskan yang berangkat di bulan Februari itu gua, temen gua satu orang (Lusi), dan satu guru pendamping (Bu Endang).----



dan ini kisah gua di Jepang-_-_-_-_-_-_-_-_


~~12 Februari 2015, take off dari bandara Soekarno Hatta.
yang tidak pakai kerudung itu murid SMA Sakado yang sekolah 
di sekolah gua selama 1 tahun dan dia mau pulang 
sementara untuk mengurus sekolahnya.
\
Sekitar jam 23an waktu bagian Jepang, gua sampai di Bandara Narita dan ini adalah foto pertama di sana setelah gua keluar dari bandara dan pertama kali merasakan betapa dinginnya negera ini. dan gua merasa, "serius nih gua udah di Jepang?" I...speechless, and I just thought, "ah let me take a picture for the first time I arrived at Japan" LOL. and yeyay! I was in Japan at that time!!
foto pertama di Jepang

~~13 Februari 2015, saat pagi setelah sarapan gua jalan jalan di sekitar Hotel dan semua orang sibuk. and I thought "ah morning in Japan like this, aaaaaaaa!" AAA---! I was in Japan's morning at that time hahaha. kegiatan pagi yang lebih banyak orang berjalan kaki dan bersepeda dibanding naik mobil atau motor. dan ga ada macet sama sekali. dan untuk pertama kalinya gua menggunakan mesin impian ini hahaha. 
asli dingin banget

terus setelah itu gua diajak ke SMA Sakado untuk diantar ke murid yang akan menjadi homestay gua selama di sana dan di Sakado gua bertemu Tamayo Suzuki
Tamayo yang paling kiri sebelah gua, dia adalah alumni SMA Sakado yang pernah 1 tahun di sekolah gua juga, jadi alumni SMA Sakado atau sekolah gua nih(?)

setelah beberapa jam nunggu akhirnya gua dijemput oleh homestay gua yang bernama Shirai Kazuki, ya nama marga dia adalah "Shirai". dan gua langsung diajak makan malam ke restoran susshi


setelah itu pulang ke rumah homestay dan gua disediakan kamar untuk tidur yang nyaman banget untuk gua pake tidur selama seminggu ke depan


Senin, 22 Desember 2014

Katanya "Selamat Hari Ibu"




hari ini tepat Senin, 22 Desember 2014. hari ini di Indonesia(entah di luar Indonesia memperingati atau engga) memperingati yang namanya "Hari Ibu". dan tepat di tahun ini, adalah hari ibu pertama untuk nyokap gua tanpa sesosok pendamping(bokap gua, suaminya nyokap gua). apa ya... sebenarnya gua bingung apa yang mau gua tulis untuk mengawali postingan gua hari ini, tapi yang jelas gua mau nulis. oke. gua bakal nulis apa yang ada dipikiran gua.

gua adalah orang yang paling beruntung punya mamah kaya nyokap gua. tapi mungkin nyokap gua adalah orang yang tidak beruntung punya anak seperti gua(menurut gua). kenapa gua bisa bilang kaya gitu? banyak banget hal-hal yang gua lakukan, ucapkan, dan pikirkan yang bikin nyokap gua marah atau nangis.

nyokap gua menurut gua adalah sosok yang paling baik untuk gua contoh sebagai seorang ibu nantinya di masa depan, meskipun nantinya mungkin gua harus lebih baik dari nyokap gua. juga, nyokap gua itu single parent, ya semenjak bokap gua meninggal nyokap gua harus mengurus semuanya sendiri. seperti, nyokap gua harus sendiri mencari nafkah untuk anak-anaknya, pertama anaknya yang sebentar lagi lulus SMA dan akan masuk ke Perguruan Tinggi, kedua anaknya yang sedang SMA di luar kota, yang ketiga anaknya yang SD dengan hobi bolanya yang ga akan pernah berhenti, dan anaknya yang keempat yang belum sekolah tapi jajannya sehari melebihi kakak-kakaknya. ya, itu semua adalah yang harus nyokap gua biayai sendiri semenjak bokap gua ga ada. ga cuma itu, lepas dari itu semua masih banyak biaya tambahan dan dadakan yang harus nyokap gua penuhi.

sebenarnya, gua selalu menyadari gimana perjuangan kerasnya nyokap gua. tapi gua selalu berpura-pura dan tidak merasa bersyukur dengan perjuangan nyokap gua selama ini. gua tau nyokap gua selalu mendoakan anak-anaknya meskipun nyokap gua itu lagi kesal depan anak-anaknya terutama gua.gua tau nyokap gua suka tidur jam 8/9 malam dan bangun jam setengah 1 atau jam 2 masih malam juga untuk nyiapin sarapan untuk pelanggan dan anak-anaknya. gua pernah nyoba bilang "mah bangun jam 2 kepagian" dan nyokap gua jawab "kalo mamah bangun telat sedikit, orang-orang ga akan sarapan ke mamah".

gua. gua adalah anak yang paling durhaka mungkin. tak terhitung dosa yang sudah gua buat karena melawan nyokap gua. gua adalah anak yang paling ngebantah nyokap gua setiap nyokap gua minta tolong, dan pada akhirnya gua berantem sama nyokap gua. tapi gua tau disaat seperti itu nyokap gua selalu mendoakan gua. gua adalah anak yang paling tidak bersyukur dan mau enaknya sendiri. setiap pagi sebelum berangkat sekolah, gua selalu minta uang ke nyokap gua dan gua suka ngomong "mah ini kurang, atau mah tambahin dong" tanpa memikirkan gimana kerasnya perjuangan nyokap gua. gua juga adalah anak yang paling banyak omong untuk melawan nyokap gua supaya nyokap gua mau nurutin gua. gua sering membentak nyokap gua. setiap nyokap gua minta tolong ke gua, kata-kata yang sering gua ucapkan adalah "iya entar mah, atau ish cape mah, atau tuh Sahala(ade gua) aja atuh" dan akhirnya nyokap gua marah dan ngelakuin itu dan gua dosa, atau nyokap gua marah dan gua ngelakuin itu tapi telat dan gua tetap dosa.

ga. ga. nyokap gua ga pernah ngitung uang yang sudah nyokap gua keluarin untuk gua. tapi bodohnya gua yang ga mengerti-mengerti sudah berapa banyak tenaga, waktu, uang, yang nyokap gua keluarin untuk gua hidup, sekolah, kenyang, sehat, senang sampai detik ini juga. gua yang sampai saat ini masih malas belajar, menghambur-hamburkan uang, ibadahnya kurang masih aja hidup dibiayai nyokap gua. dan mungkin Tuhan sudah sangat murka sama gua karena gua hampir setiap hari buat nyokap gua kecewa, nangis, dan marah. tapi gua tau nyokap gua ga akan pernah meninggalkan gua dan selalu mendoakan gua sampai batas hidupnya nyokap gua.

nyokap gua juga adalah sosok yang selalu ingat dengan anak-anaknya kalau nyokap gua mau senang-senang. seperti kalau nyokap gua mau makan baso, tapi nyokap gua selalu ingat sama anak-anaknya sampe nyokap gua pada akhirnya ga jadi makan baso. atau kalau nyokap gua makan di luar nyokap gua pasti ga akan pernah membiarkan anaknya untuk ga makan apa yang nyokap gua makan juga. tapi sedangkan gua, anak yang ga tahu diri yang senang-senang di luar dengan menghambur-hamburkan uang padahal gua tahu nyokap gua di rumah sedang berjuang mencari nafkah untuk anak-anaknya. dan lebih parahnya lagi gua ga pernah inget kapan tanggal dan tahun berapa nyokap gua lahir, gua tau pada saat gua lagi ngisi suatu angket aja, setelah itu lupa lagi, sedangkan tanggal dan tahun lahirnya temen-temen gua hampir semuanya gua inget. T_T. tapi akhirnya gua sekarang inget tanggal lahirnya nyokap gua meskipun tahunnya selalu lupa. hft

kalo dirincikan, macam-macam dosa yang sudah gua perbuat ke nyokap gua mungkin banyak banget. nyokap gua itu cerewet, banget. tapi gua tau kecerewetannya itu pasti untuk kebaikan gua. nyokap gua selalu bilang "teh tolong jangan jajan mulu, tolong tabung supaya kalau ada keperluan mendadak dan mamah lagi ga punya uang, kamu bisa pakai tabungan kamu dulu. kamu jangan pernah mandang teman-teman kamu yang diatas, kamu harus liat ke bawah supaya kamu tahu masih banyak orang yang ga seberuntung kita" tapi, yang masih gua lakukan sampai saat ini adalah menghambur-hamburkan uang cuma karena nafsu gua yang tinggi. nyokap gua juga suka mengancam(untuk kebaikan) kaya gini "teh tolong jangan jajan yang macem-macem, kalau kamu sakit mamah ga akan urusin ya". tapi kenyataannya saat gua sakit, nyokap gua adalah orang yang paling peduli, panik, dan sedih untuk gua. dia merawat gua sampai sembuh malah merawat gua sampai gua sakit lagi.

kata "maaf" itu kata yang paling gampang menurut gua untuk gua ucapkan ketika nyokap gua kecewa, marah, nangis gara-gara gua. iya. nyokap gua marah gara-gara gua hampir setiap hari, itu berarti gua minta "maaf" hampir setiap hari juga. dan alasan gua minta maaf adalah takut dosa, tapi alasan utama bodoh gua adalah gua takut ga dikasih jajan sama nyokap gua dan apa yang gua butuhin masih dipenuhi sama nyokap gua. ah bodoh banget kan gua T_T. nyokap gua menyadari itu dan nyokap gua pernah bilang "teh, kamu minta maaf ke mamah kalo ada maunya" tapi meskipun nyokap gua bilang gitu nyokap gua maafin gua dan masih ngasih gua jajan. 



itulah alasan gua adalah anak yang paling beruntung punya mamah kaya nyokap gua. gua ga tau kalau nyokap lain yang punya anak gua yang lainnya juga akan seperti ini atau engga. tapi yang jelas, Tuhan masih sangat baik sama gua karena Tuhan masih mengizinkan gua memiliki mamah seperti nyokap gua. iya. gua masih punya satu yang harus gua bahagiain. gua harus sukses.entah sampai kapan gua bakal ngebantah nyokap gua. tapi gua berharap gua berhenti membangkang, melawan nyokap gua detik  ini juga.

dan doa gua adalah

"Tuhan, panjangkanlah umur mamah hamba. Sehatkanlah selalu mamah hamba. Izinkanlah mamah hamba untuk menikmati hasil kesuksesan hamba."